Senin, 20 Juni 2011

PUNCAK KETEGANGAN PERANG UHUD (bagian 1)


DESAS DESUS GUGURNYA RASULULLAH SAW
Adakalanya seseorang sedang asyik-asyiknya menikmati cahaya terang yang menerangi lingkungan sekitarnya tiba-tiba secara mendadak putuslah aliran listrik sehingga ia berada di dalam gelap gulita yang menyeramkan.
Demikian itulah perumpamaan bagi jalannya pertempuran dalam perang uhud yang terbukti secara mendadak berubah dilira kemampuan kaum muslimin.
Kelemahan regu dari suatu pasukan terbukti dapat mengakibatkan kerugian seluruh pasukan.Dalam keadaan seperti itu semua hasil gemilang yang diperoleh dari pengorabanan dan keberanian luar biasa akhirnya lenyap dalam waktu sekejap................
Sebagaimana anda ketahui, Rasulullah SAW telah mewanti-wanti sedemikian kerasnya kepada regu pemanah, supaya mereka jangan sampai meninggalkan tempat untuk melindungi pasukan muslimin dari belakang. Mereka di pesan agar jangan meninggalkan tempat meskipun pasukan muslimin terpukul hancur ! akan tetapi agaknya godaan pamrih keduniaan cukup kuat mempengaruhi regu pemanah sehingga merekapun lemah.
Setelah mereka melihat pasukan musyirikin lari tunggang langgang dan kaum wanitanya pun bersembunyi di bukit-bukit mereka melihat banyaknya barang-barang dan perlengkapan musuh yang tergeletak ditanah berserakan memenuhi medan tempur, mereka lalu turun dari bukit meninggalkan tempat masing-masing karena ingin memiliki sebagian dari barang-barang dan perlengkapan yang ditinggalkan musuh.
Ketika itu, pasukan berkuda musuh di bawah pimpinan Khalid bin Walid berada dalam kepungan kaum muslimin hingga tidak berdaya melancarakan serangan dari jurusan lain. Akan tetapi, saat itulah Khalid melihat bagian belakang kaum muslimin kosong tanpa pengawalan sama sekali. Secepat kilat ia memanfaatkan kesempatan luar biasa ini, bersama pasukan berkuda yang dipimpinnya ia memutar haluan dan melancarkan serangan gencar dari arah belakang tanpa diduga sebelumnya oleh kaum muslimin. Perubahan situasi yang tiba-tiba itu akhirnya diketahui oleh pasukan kaum musyrikin yang tadi lari dari medan pertempuran, mereka kembali lagi untuk melakukan serangan balasan. Panji pasukan musyrikin yang tadi sudah terjatuh ditanahpun akhirnya di kibarkan kembali sebagai pertanda peperangan di mulai lagi dan berkumpullah kaum musyrikin dibawah panji tersebut. Sekarang kaum muslimin mnadapati serangan dari depan dan dari belakang, seolah mereka berada di antara dua buah batu gilingan....
Dengan keadaan yang demikian kaum muslimin tampak kebingungan namun tetap tidak mudah dikalahkan begitu saja. Walaupun tujuan perang kali ini untuk menyelamatkan diri, namun mereka tetap bertarung dengan mental dan semangat yang tinggi. Hingga pada akhirnya mereka mampu menembus jalan buntu yang mengerikan itu.
Dalam usaha menangkis serangan musuh itu tidak sedikit kaum muslimin yang gugur sebagai syuhada. Sebagian dari kaum musyikin berhasil mendekati tempat dimana Rasulullah berada dan melancarkan serangan yang luar biasa hingga Rasulullah SAW terluka pada bagian wajah dan rahangnya....Pada saat-saat kritis itulah terdengar desas desus bahwa Rasulullah SAW gugur dalam pertempuran. Para sahabat semakin bingung dan tercerai berai tak tahu lagi apa yang harus dilakukan.
Desas desus tentang gugurnya Rasulullah SAW tersebar luas dikalangan kaum muslimin sehingga Anas bin Nashr bersama bebrapa orang kaum muslimin nekat menerjang pasuka musyrikin. Kepada kawan-kawannya ia berteriak : “Apakah yang kalian dengar?” Kawan-kawannya menyahut: “Rasulullah SAW telah gugur !!.” “untuk apalagi kalian hidup setelah beliau gugur..marilah kita maju dan menyusul beliau..” Jawab Anas. Bersama-sama mereka maju dan bertempur mati-matian hingga gugur sebagai Syuhada.
Ditengah-tengah kepanikan itu terdengar suara Nabi SAW berseru : “Hai, para hamba Allah marilah kepadaku, marilah kepadaku.....”. Tiga puluh orang kaum muslimin langsung berkumpul di sekitar Rasulullah SAW, tetapi kemudian segera di serang oleh kaum musyrikin. Saat itulah Thalhah bin ‘Ubaidillah dan Sahl bin Hunnaif mengawal keselamatan Rasulullah SAW dengan berdiri didepan dan belakang beliau.
Dalam peristiwa ini Thalhah terkena anak panah di bagian tangannya yang mengakibatkan kelumpuhan dikemudian hari.Seorang musyrik bernama Ubai bin Khalaf al Jamhi berhasil menerobos pertahanan Nabi SAW dan mendekati beliau. Jauh sebelum itu dia memang telah bersumpah akan membunuh beliau SAW dan  sekarang ia yakin telah menemukan kesempatan terbaik untuk memenuhi sumpahnya. Baru saja ia menghunuskan pedangnya namun telah di dahului oleh mata pedang Rasulullah SAW yag menembus lambungnya hingga ia meraung-raung kesakitan seperti sapi. Beberapa waktu kemudian ia meregang nyawa...
Rasulullah SAW masih terus berrseru kepada pasukan muslimin yang bertebaran dan akhirnya bersama beberapa orang anggota kaum muslimin beliau berhasil memanjat keatas bukit, hal ini kemudian diikuti oleh bebrapa orang kaum muslimin lainnya yang ikut bergabung bersama beliau  SAW. Beliau sangat gembira melihat pasukannya masih bertahan dan kaum musliminpun bersemangat kembali karena melihat Rasulullah SAW masih hidup, yang semula disangka telah gugur.
Pasukan musyrikin Quraisy tidak mengendorkan serangannya dalm usaha untuk membunuh rasulullah SAW dan setiap orang yag ingin melindungi beliau.Terjadilah pertarungan paling sengit dan kejadian ini merupakan peristiwa paling gawat yang pernah mengancam jiwa beliau  sepanjang sejarah hidupnya. Sementara pasukan berkuda dan pemanah kaum musyrikin sama sekali tidak mengurangi gencarnya seranga mereka. Dalam pertempuran ini banyak pasukan kaum muslimin yang gugur sebagai syuhada didepan mata Rasulullah SAW. Dengan segenap kekuatan yang ada, Thalhah menangkis tiap serangan yang di lancarkan kepada Rasulullah SAW hingga ia jatuh terkulai antara hidup dan mati, sedangkan Abu Dujanah menjadikan diri sebagai tameng Rasulullah SAW. Beberapa anak panah menancap pada punggungnya namun ia tetap berdiri tanpa bergerak dari melindungi Nabi SAW.
Bertempur secara mati-matian itu ternyata pengaruhnya cukup besar. Semangat ingin membunuh Rasulullah SAW yang ada pada kaum musyrikin mulai tumpul. Pasukan muslimin mulai berkumpul kembali untuk menyatuka barisan meskipun jumlah merka sudah berkurang cukup signifikan.
Kemudian Nabi SAW memerintahkan mereka supaya menyerang pasuka musyrikin dari atas bukit yang sedang didudukinya. Beliau berkata :”Mereka tidak boleh berada diatas kita !” Pasukan muslimin lalu bergerak dengan senjata yang ada, termasuk batu-batu, hingga berhasil mengusir musuh-musuh dari tempatnya.
.......BERSAMBUNG.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar